Maria
Nurmalasari, Ahmad Fauzi
Jurusan
Ilmu Perpustakaan
Fakultas
Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Email:
nt.123thebetter@gmail.com, fauzister@gmail.com
Abstrak
Tulisan ini membahas mengenai pemanfaatan sosial media untuk
promosi oleh perpustakaan perguruan tinggi. Tujuan dari kajian ini untuk
mengetahui bagaimana pemanfaatan sosial media oleh perpustakaan perguruan
tinggi dalam melakukan promosi perpustakaan. Kajian ini merupakan kajian
deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Objek kajian dari penelitian ini
adalah akun sosial media yang dimiliki oleh perpustakaan perguruan tinggi. Data
dikumpulkan dengan metode observasi. Jenis sosial media yang diikuti oleh
perpustakaan perguruan tinggi diantaranya, facebook, twitter, youtube, flickr,
UB tube, yahoo!mesengger dan wordpress. Telaahan lebih dalam dilakukan pada
akun facebook yang dimiliki oleh Perpustakaan Universitas Gadjah Mada,
Perpustakaan Universitas Indonesia, Perpustakaan Universitas Airlangga,
Perpustakaan Universitas Brawijaya, Perpustakaan Universitas Diponegoro dan
Perpustakaan Universitas Gunadarma. Pemanfaatan media sosial facebook untuk
promosi oleh perpustakaan perguruan tinggi cukup tinggi, yaitu presentase
rata-ratanya mencapai 45.39% dari keseluruhan aktifitas yang dilakukan
perpustakaan perguruan tinggi dalam sosial media facebook. Promosi yang
dilakukan oleh perpustakaan perguruan tinggi melalui facebook yaitu dengan cara
mengganti foto sampul dengan foto/gambar kegiatan yang akan dilaksanakan,
menuliskannya dalam status dan mengunggah foto/gambar kegiatan yang akan dilaksanakan.
1.
Pendahuluan
Perkembangan teknologi menciptakan suatu media komunikasi baru
yaitu internet. Internet merupakan sebuah jaringan yang dibuat sedemikian rupa
sehingga dapat menghubungkan perangkat komputer dari berbagai wilayah.
Komputer-komputer tersebut terhubung sehingga masing-masing data dapat
ditransmisikan ke dalam jaringan dan dapat diakses dari berbagai wilayah. Dengan
kata lain internet ialah sebuah jaringan antarkomputer yang saling dihubungkan.
Media penghubung tersebut dapat melalui kabel, kanal satelit, maupun frekuensi
radio, sehingga komputer-komputer yang terhubung tersebut dapat saling
berkomunikasi. Setiap komputer yang terhubung dengan jaringan tersebut,
diberikan sebuah nomor yang unik, dan berkomunikasi satu sama lainnya dengan
bahasa komunikasi yang sama, yang disebut protokol TCP/IP (Transmission
Control Protocol/Internet Protocol). Penggunaannya kini mencakup berbagai
kalangan, para pengelola media massa, penerbit buku, artis, dosen, guru,
pustakawan dan penggemar komputer. Alasannya beraneka ragam, mulai sekedar
untuk berkomunikasi hingga mengakses data informasi.[1]
Perkembangan internet sendiri melesat cepat dalam beberapa dekade
ini serta mulai merambah segala bidang, mulai dari pendidikan, politik,
entertainment, dan perekonomian. Berdasarkan www.internetworldstats. com pada
tahun 2000 pengguna internet di Indonesia berjumlah 2 juta-an orang dan pada
tahun 2012 jumlahnya bertambah berkali-kali lipat yaitu mencapai angka 55
juta-an.[2]
Internet
memberikan jalan yang mudah untuk mendistribusikan informasi, seseorang bisa
dengan mudah mempublikasikan informasi untuk kemudian diakses oleh orang lain
tanpa melalui proses pelatihan yang panjang. Tidak diperlukan keahlian yang
mendalam tentang komputer untuk dapat menggunakan internet. Begitu internet
hadir jumlah data dan informasi yang bisa diakses oleh pengguna internet terus
meingkat dengan pertumbuhan yang luar biasa.[3] Internet juga sudah menjadi
salah satu sarana promosi utama (melengkapi keberadaan media massa
konvensional), terbukti dengan makin banyaknya perusahaan, organisasi, maupun
individu yang mempublikasikan informasi tentang mereka dalam bentuk website.[4]
Dengan segala keunggulannya, internet menyebabkan terciptanya
kelompok atau perkumpulan orang yang berinteraksi dan berkomunikasi melalui
jaringan sosial media seperti yahoo mail, google talk, facebook dan twitter.
Kelompok ini biasanya terbentuk oleh minat yang sama terhadap suatu jenis
informasi, misalnya pendidikan, games, perkumpulan agama, debat atau diskusi.[5]
Berdasarkan www.invonesia.com, Indonesia merupakan salah satu negara yang
jumlah pengguna sosial medianya terbesar di dunia. Adapun sosial media yang
paling populer di Indonesia yaitu: google, facebook, youtube, kaskus,
wordpress, twitter, blogger, wikipedia, ads ID dan kompasiana.[6] Untuk
pengguna facebook saja di Indonesia pada akhir tahun 2012 menurut
www.internetworldstats.com mencapai angka 51 juta pengguna.[7]
Perpustakaan merupakan salah satu lembaga yang bergerak dalam
bidang informasi. Pada era teknologi seperti sekarang ini, internet juga telah
masuk dan mengambil bagian di perpustakaan. Internet bagi sebuah perpustakaan
adalah sebuah tambang informasi raksasa yang amat potensial untuk digali.[8]
Seperti halnya banyak pihak yang memanfaatkan internet sebagai media promosi,
apakah perpustakaan juga melakukan hal demikian, khususnya menggunakan sosial
media yang digunakan oleh banyak orang menjadi media untuk promosi
perpustakaan. Dari berbagai jenis perpustakaan yang ada, penulis hendak
mengkaji pemanfaatan sosial media pada perpustakaan perguruan tinggi yang
notabene harus selalu dapat berada pada garda terdepan untuk membantu
mewujudkan tri dharma perguruan tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui bagaiamana pemanfaatan sosial media sebagai media promosi
perpustakan. Manfaat yang mungkin dapat diambil dari penelitian ini yaitu
menginformasikan jenis sosial media apa yang banyak digunakan oleh perpustakaan
perguruan tinggi dan memberikan gambaran bagaimana sosial media menjadi media
promosi perpustakaan.
2.
Tinjauan Literatur
Perpustakaan Perguruan Tinggi
Menurut
Noerhayati (1987:1) perpustakaan perguruan tinggi dapat dikatakan sebagai salah
satu alat yang vital dalam setiap program pendidikan, pengajaran dan penelitian
(research) bagi setiap lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan.[9] Peran
perpustakaan perguruan tinggi ialah sebagai sarana kelengkapan, pusat suatu
perguruan tinggi yang bersifat akademis dalam menunjang pelaksanaan tri
dharmanya dalam bidang:
a. Pendidikan
dan pengajaran; mengumpulkan, melestarikan, mengolah, menyediakan pemanfaatan
dan penyebarluasan informasi sesuai dengan kurikulum yang memperkaya
pengetahuan dosen dan mahasiswa, mempertinggi kualitas pengajaran dosen dan
mempertinggi mutu hasil belajar mahasiswa.
b. Penelitian;
mengumpulkan, melestarikan, mengolah, menyediakan pemanfaatan dan penyebarluasan
informasi yang relevan sebagai sumber literatur bagi suatu penelitian.
c. Pengabdian
kepada masyarakat; mengumpulkan, melestarikan, mengolah, menyediakan
pemanfaatan dan penyebarluasan informasi hasil penelitian ilmiah sebagai bahan
yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.[10]
Sosial Media
Sosial
media atau media sosial adalah media yang didesain untuk memudahkan interaksi
sosial yang bersifat interaktif atau dua arah. Media
sosial berbasis pada teknologi internet yang mengubah pola penyebaran informasi
dari yang sebelumnya bersifat satu ke banyak audiens menjadi banyak audiens ke
banyak audiens (Paramitha, 2011:42). Unsur-unsur utama yang dimiliki media
sosial yaitu: media sosial melibatkan saluran sosial yang berbeda dan online
menjadi saluran utama; media sosial berubah dari waktu ke waktu, artinya media
sosial terus berkembang; media sosial adalah partisipatif. “Penonton” dianggap
kreatif sehingga dapat memberikan komentar (Evan, 2008 : 34).[11]
Teknologi
Web 2.0., merupakan teknologi generasi kedua layanan internet. Teknologi ini
memungkinkan partisipasi lebih dari pengguna internet. Seperti Wikipedia maupun
Blog yang memungkinkan pengguna internet untuk aktif berpartisipasi. Situs
jejaring sosial juga masuk dalam kategori ini. Facebook, Friendster, Flickr dan
Twitter mengadopsi teknologi ini. Jack M. Mannes (2006) mendefinisikan Library 2.0 sebagai aplikasi teknologi
berbasis web yang interaktif, kolaboratif serta multi media dalam koleksi dan
layanan perpustakaan berbasis web. Menurut Michael E. Casey fokus utamanya
berpusat kepada pengguna dan memerlukan partisipasi aktif dari dan antar
penggunanya dengan memanfaatkan teknologi informasi. Penggunaan sistem OPAC dan
layanan yang memungkinan timbal balik dari pengunanya merupakan aplikasi Library
2.0.[12]
Media
sosial adalah tempat, alat bantu, layanan yang memungkinkan individu untuk
mengekspresikan diri mereka untuk bertemu dan berbagi dengan rekan lainnya melalui
teknologi internet. Sosial media adalah fase perubahan bagaimana orang menemukan,
membaca, berbicara dan membagi-bagikan informasi, berita dan data kepada orang
lain. Sosial media menjadi sangat populer karena kemudahan dan memberikan kesempatan
kepada orang-orang untuk dapat terhubung secara online dalam bentuk hubungan
personal, politik serta kegiatan bisnis. Selain itu juga merupakan alat promosi
paling murah dan berdampak signifikan terhadap bisnis karena memiliki banyak
pengguna serta tidak memerlukan biaya untuk membuat sebuah akun.[13] Sosial media dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian besar, diantaranya:
a. Social Networks, media sosial untuk bersosialisasi dan berinteraksi diantaranya: Facebook, myspace, hi5, Linked in dan bebo. b. Discuss, media sosial yang memfasilitasi sekelompok orang untuk melakukan obrolan dan diskusi diantaranya: google talk, yahoo!Mesengger, skype dan phorum.c. Share, media sosial yang memfasilitasi untuk saling berbagi file, video, music dan lain-lain. Yang termasuk kategori ini diantaranya: youtube, slideshare, feedback, flickr dan crowdstorm.d. Publish, diantaranya: wordpredss, wikipedia, blog, wikia dan digg.e. Social game, media sosial berupa game yang dapat dilakukan atau dimainkan bersama-sama diantaranya: koongregate, doof, pogo dan cafe.com.f. MMO (kartrider, warcraft, neopets dan conan).g. Virtual worlds (habbo, imvu dan starday).h. Livecast (y! Live, blog tv, justin tv, listream tv dan livecastr).i. Livestream (socializr, froendsfreed dan socialthings!).j. Micro blog (twitter, plurk, pownce, twirxr, plazes dan tweetpeek).[14]
a. Social Networks, media sosial untuk bersosialisasi dan berinteraksi diantaranya: Facebook, myspace, hi5, Linked in dan bebo. b. Discuss, media sosial yang memfasilitasi sekelompok orang untuk melakukan obrolan dan diskusi diantaranya: google talk, yahoo!Mesengger, skype dan phorum.c. Share, media sosial yang memfasilitasi untuk saling berbagi file, video, music dan lain-lain. Yang termasuk kategori ini diantaranya: youtube, slideshare, feedback, flickr dan crowdstorm.d. Publish, diantaranya: wordpredss, wikipedia, blog, wikia dan digg.e. Social game, media sosial berupa game yang dapat dilakukan atau dimainkan bersama-sama diantaranya: koongregate, doof, pogo dan cafe.com.f. MMO (kartrider, warcraft, neopets dan conan).g. Virtual worlds (habbo, imvu dan starday).h. Livecast (y! Live, blog tv, justin tv, listream tv dan livecastr).i. Livestream (socializr, froendsfreed dan socialthings!).j. Micro blog (twitter, plurk, pownce, twirxr, plazes dan tweetpeek).[14]
Promosi Perpustakaan
Perpustakaan
perlu melakukan aktifitas promosi terhadap program, koleksi, dan layanan yang
ada di perpustakaan.[15] Dengan adanya promosi, diharapkan masyarakat
mengetahui pelayanan yang diberikan oleh
perpusakaan sehingga membuat mereka tertarik untuk mengunjungi dan memanfaatkan
koleksi serta layanan perpustakaan.[16] Promosi adalah mekanisme komunikasi
persuasif pemasaran dengan memanfaatkan teknik-teknik hubungan masyarakat.
Promosi merupakan forum pertukaran informasi antara organisasi dan konsumen
dengan tujuan utama memberi informasi tentang produk atau jasa yang disediakan
oleh organisasi, sekaligus membujuk konsumen untuk bereaksi terhadap produk
atau jasa yang ditawarkan. Hasil dari promosi adalah tumbuhnya kesadaran sampai
pada tindakan untuk memanfaatkannya. [17]
Tujuan
Promosi Perpustakaan
Promosi
perpustakaan merupakan aktivitas memperkenalkan perpustakaan dari segi
fasilitas, koleksi, jenis layanan dan manfaat yang dapat diperoleh oleh setiap
pengguna perpustakaan. Secara lebih terperinci tujuan promosi perpustakaan
adalah:
1.
Memperkenalkan
fungsi perpustakaan kepada masyarakat pengguna
2.
Mendorong
minat baca dan mendorong masyarakat agar menggunakan koleksi perpustakaan
semaksimal mungkin dan menambah jumlah orang yang gemar membaca.
3.
Memperkenalkan
pelayanan dan jasa perpustakaan kepada masyarakat.
4.
Memberikan
kesadaran masyarakat akan adanya pelayanan perpustakaan dan menggunakannya,
serta mengembangkan pengertian masyarakat agar mendukung kegiatan perpustakaan.[18]
3.
Metode Penelitian
Studi
ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu salah satu pendekatan dalam
penelitian yang lebih ditekankan pada data yang dapat dihitung untuk menghasilkan
penafsiran kuantitatif (Husein Umar, 2000).[19] Metode penelitian yang
digunakan adalah metode deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitan yang
bertujuan mendeskripsikan atau menjelaskan sesuatu hal seperti apa adanya.[20] Pengumpulan
data dilakukan dengan cara observasi. Objek kajian dari studi ini adalah akun
sosial media milik perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia. Perpustakaan
perguruan tinggi yang akun sosialnya akan dikaji ialah perpustakaan perguruan tinggi
yang website kampus atau perguruan tingginya berada pada posisi 10 urutan
teratas menurut www.webometrics.info [21] dalam ruang lingkup Indonesia. Website
dari kesepuluh perpustakaan perguruan tinggi tersebut akan diakses untuk
mengetahui jenis sosial media yang diikuti perpustakaan perguruan tinggi
tersebut. Sebagai rujukan tambahan, website lain yang juga akan diakses adalah
website perpustakaan digital yang mungkin dimilikinya. Hal ini dilakukan pada
perpustakaan perguruan tinggi yang memiliki website perpustakaan digital
terpisah dari website utama perpustakaannya.
Akun sosial media suatu organisasi secara
tidak langsung mencerminkan dan mewakili pemilik akun tersebut, sehingga tautan
akun sosial media yang ada pad website perpustakaan dapat dikatakan akun resmi
perpustakaan tersebut. Pengelolaan akun tersebut merupakan tanggung jawab
perpustakaan perguruan tinggi yang memilikinya. Karena keterbatasan yang ada, selanjutnya
pengamatan dilakukan hanya pada jenis sosial media yang paling banyak diikuti.
Rekaman catatan aktifitas pemilik akun ditelaah untuk mengetahui keaktifannya
dalam sosial media yang diikutinya dan memilah aktifitas yang dapat
dikategorikan kepada promosi. Aktifitas pemilik akun yang dipilah adalah
aktifitas yanga dilakukannya dalam jangka waktu 6 bulan terakhir, 1 januari
2014 – 30 Juni 2014.
4.
Pembahasan
Perpustakaan
yang akun sosial medianya akan menjadi kajian dalam studi ini yaitu:
1.
Perpustakaan
Universitas Gadjah Mada - http://beta.lib.ugm.ac.id
2.
Perpustakaan
Institut Teknologi Bandung - http://www.lib.itb.ac.id
3.
Perpustakaan
Universitas Indonesia - http://lib.ui.ac.id
4.
Perpustakaan
Universitas Airlangga - http://lib.unair.ac.id
5.
Perpustakaan
Universitas Padjajaran - http://cisral.unpad.ac.id
6.
Perpustakaan
Universitas Brawijaya - http://lib.ub.ac.id
7.
Perpustakaan
Universitas Diponegoro - http://perpus.undip.ac.id
8.
Perpustakaan
Institut Pertanian Bogor - http://perpustakaan.ipb.ac.id
9.
Perpustakaan
Institut Teknologi Sepuluh September - http://library.its.ac.id
10.
Perpustakaan
Universitas Gunadarma - http://library.gunadarma.ac.id
Jenis
sosial media yang diikuti oleh perpustakaan perguruan tinggi
(Data
diambil dari halaman utama website perpustakaan)
No.
|
Perpustakaan
|
Jenis sosial media yang diikuti
|
1.
|
Perpustakaan
Universitas Gadjah Mada
|
Facebook
dan Twitter
|
2.
|
Perpustakaan
Institut Teknologi Bandung
|
-
|
3.
|
Perpustakaan
Universitas Indonesia
|
Facebook,
Twitter dan Youtube
|
4.
|
Perpustakaan
Universitas Airlangga
|
Facebook
dan Twitter
|
5.
|
Perpustakaan
Universitas Padjajaran
|
-
|
6.
|
Perpustakaan
Universitas Brawijaya
|
Facebook,
Twitter, Flickr dan UB Tube
|
7.
|
Perpustakaan
Universitas Diponegoro
|
Facebook,
Twitter dan Yahoo! Mesengger (Data diambil dati
http://www.digilib.undip.ac.id)/
|
8.
|
Perpustakaan
Institut Pertanian Bogor
|
-
|
9.
|
Perpustakaan
Institut Teknologi Sepuluh September
|
-
|
10.
|
Perpustakaan
Universitas Gunadarma
|
Facebook
dan Wordpress
|
Perpustakaan perguruan tinggi yang mencantumkan tautan sosial media
dalam websitenya, mengikuti lebih dari satu jenis sosial media. Jenis sosial
media yang paling banyak diikuti ialah facebook yang termasuk ke dalam kategori
sosial network, media sosial untuk bersosialisasi dan berinteraksi. Pada posisi kedua ialah twitter yang
merupakan media sosial yang termasuk ke dalam kategori micro blog. Kategori sosial
media lainnya yang digunakan yaitu share, media sosial yang memfasilitasi untuk dapat saling berbagi. Jenis sosial media yang termasuk dalam kategori ini ialah flickr untuk berbagi foto serta youtube dan UB tube untuk berbagi video. Digunakan pula sosial media dengan kategori discuss, media sosial yang memfasilitasi sekelompok orang untuk melakukan obrolan dan diskusi yaitu Yahoo!Mesengger. Selain itu digunakan pula sosila media wordpress yang merupakan sosial media dengan kategori publish atau penerbitan.
No.
|
Perpustakaan
|
Nama Akun Facebook
|
A
|
B
|
C
|
D
|
1.
|
Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
|
Perpustakaan Ugm
|
21 Juni 2014
|
40
|
20
|
50%
|
2.
|
Perpustakaan Universitas Indonesia
|
Universitas Indonesia Library
|
17 Mei 2014
|
5
|
2
|
40%
|
3.
|
Perpustakaan Universitas Airlangga
|
UNAIR Library
|
30 Juni 2014
|
99
|
47
|
47.47%
|
4.
|
Perpustakaan Universitas Brawijaya
|
Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya
|
27 Juni 2014
|
6
|
0
|
0
|
5.
|
Perpustakaan Universitas Diponegoro
|
Diponegoro University Library
|
6 Januari
2014
|
2
|
0
|
0
|
6.
|
Perpustakaan Universitas Gunadarma
|
Library of Gunadarma University
|
8 November 2013
|
0
|
0
|
0
|
Total
|
152
|
69
|
45.39%
|
|||
Keterangan:
A = Tanggal aktifitas terakhir
B = Frekuensi Aktifitas per-6 bulan (1 Januari-30 Juni 2014)
C = Jumlah aktifitas promosi
D = Persentase
Dari semua perpustakaan perguruan tinggi yang mencantumkan tautan
sosial media pada website perpustakaannya, mengikuti sosial media facebook.
Terdapat 6 perpustakaan perguruan tinggi yang memiliki akun facebook. Pada akun
facebook Perpustakaan Universitas Gadjah Mada, aktifitas terakhir tercatat pada
21 Juni 2014. Jumlah aktifitas per-6 bulan terakhir berjumlah 40 aktifitas dan
aktifitas yang terkategorikan sebagai promosi sebanyak 50% atau 20 aktifitas.
Jenis akun facebook yang digunakan oleh perpustakaan ini merupakan jenis akun
individu, bukan akun untuk organisasi.
Sedangkan jenis akun facebook yang digunakan oleh perpustakaan perguruan tinggi
lainnya menggunakan jenis akun organisasi. Akun facebook Perpustakaan
Universitas Indonesia dalam kurun waktu 6 bulan ini melakukan 5 aktifitas dan
yang termasuk ke dalam aktifitas promosi sebanyak 2 aktifitas atau 40%.
Aktifitas pada akun facebook Perpustakaan Universitas Airlangga sebanyak 99
aktifitas dan 47, 47% atau 47 aktifitasnya termasuk dalam aktifitas promosi.
Pada akun Perpustakaan Universitas Brawijaya dan Perpustakaan Universitas
Diponegoro tidak ditemui aktifitas promosi
dalam akun facebooknya. Sedangkan pada akun facebook Perpustakaan
Universitas Gunadarma tidak terdapat rekaman aktifitas dalam jangka waktu enam
bulan ini.
Dalam sosial media facebook, perpustakaan perguruan tinggi
mempromosikan kegiatan yang akan dilaksanakan, layanan dan koleksinya. Hal ini
dilakukan dengan cara mengganti foto sampul pada kronologi akunnya dengan
foto/gambar dari brosur kegiatan atau gambar lainnya yang menginformasikan
kegiatan yang akan dilaksanakan oleh perpustakaan perguruan tinggi tersebut.
Selain itu dapat pula dengan cara menuliskan status dan menyertakan foto/gambar
brosur kegiatan untuk menguatkan informasi yang diberikan serta menarik
perhatian. Sebagian besar aktifitas promosi digunakan untuk mempromosikan acara
atau kegiatan yang akan dilaksanakan oleh perpustakaan. Pemanfaatan akun
facebook untuk mempromosikan koleksi hanya dilakukan oleh Perpustakaan Universitas
Airlangga.
5.
Kesimpulan
Enam dari sepuluh perpustakaan perguruan tinggi mengikuti sosial
media untuk memberikan layanan yang lebih baik untuk para pemustakanya. Sosial
media yang diikuti perpustakaan perguruan tinggi diantaranya facebook, twitter,
youtube, flickr, UB tube, yahoo!mesengger dan wordpress. Dari sosial media
tersebut, facebook menjadi jenis sosial media yang paling banyak diikuti oleh
perpustakaan perguruan tinggi. Pemanfaatan media sosial facebook untuk promosi
oleh perpustakaan perguruan tinggi cukup tinggi, yaitu presentase rata-ratanya
mencapai 45.39% dari keseluruhan aktifitas yang dilakukan perpustakaan
perguruan tinggi dalam akun facebook. Promosi yang dilakukan oleh perpustakaan
perguruan tinggi melalui facebook yaitu dengan cara mengganti foto sampul
dengan foto/gambar kegiatan yang akan dilaksanakan, menuliskannya dalam status
dan mengunggah foto/gambar kegiatan yang akan dilaksanakan.
Referensi
[1] Pawit M. Yusup dan Priyo Subekti, Teori dan Praktik Penelusuran
Informasi: Information Retrieval (Jakarta: Kencana, 2010), h. 55.
[2] www.internetworldstats.com diakses pada 20 Juni 2014.
[3] Putu Laxman Pendit dkk, Perpustakaan Digital: Perspektif
Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (Jakarta: Sagung Seto, 2007), 178.
[4] Putu Laxman Pendit dkk, Perpustakaan Digital: Perspektif
Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (Jakarta: Sagung Seto, 2007), 176.
[5] Pawit M. Yusup dan Priyo Subekti, Teori dan Praktik Penelusuran
Informasi:Information Retrieval (Jakarta: Kencana, 2010), h. 57.
[6] www.invonesia.com diakses pada 27 Juni 2014.
[7] www.internetworldstats.com diakses pada 20 Juni 2014.
[8] Putu Laxman Pendit dkk, Perpustakaan Digital: Perspektif
Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (Jakarta: Sagung Seto, 2007), 140.
[9] Noerhayati Soedibyo, Pengelolaan Perpustakaan (Bandung: Alumni,
1987), h. 1.
[10] Noerhayati Soedibyo, Pengelolaan Perpustakaan (Bandung:
Alumni, 1987), h. 3-4.
[11] http://repository.usu.ac.id/bitstream/12345
6789/37140/4/Chapter%20II.pdf
[12] Sriyati, Tutik. “Perkembangan Internet dan Strategi
Pemanfaatannya di Perpustakaan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan”.
Visi Pustaka Vol. 11 No. 2 (Agustus 2009) Artikel diakses pada 22 Mei 2014 dari
http://www.pnri.go.id/MajalahOnlineAdd.aspx?id=123
[13] Aloysius Bagas Pradipta Irianto, “Pemanfaatan Sosial Media
(WeChat) untuk meningkatkan market share UKM,” artikel diakses pada 30 Juni
2014 dari https://www.academia.edu/5782364/ PEMANFAATAN_SOSIAL_MEDIA_WeChat_
UNTUK_MENINGKATKAN_MARKET_SHARE_UKM
[14] Rafi Saumi Ristian. “Apa Itu Sosial Media” diakses pada 1 Juli
2014 dari http://www.unpas.ac.id/apa-itu-sosial-media/
[15] Sudarnoto Abdul Hakim, ed., Pengantar Manajemen Perpustakaan
Madrasah (Jakarta: Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah, 2006),
h. 172.
[16] Badollahi Mustafa,
Promosi Jasa Perpustakaan (Jakarta: Universitas Terbuka, 1996), h. 21.
[17] Badollahi Mustafa,
Promosi Jasa Perpustakaan (Jakarta: Universitas Terbuka, 1996), h. 20.
[18] Tri Septiyantono dan Umar Sidik, ed, Dasar-Dasar Ilmu
Perpustakaan dan Informasi (Yogyakarta: Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab
UIN Sunan Kalijaga, 2007), h. 260-261.
[19] Syamsir Salam dan Jaenal Aripin, Metode Penelitian Sosial
(Jakarta: UIN Jakarta Press, 2006), h. 36.
[20] Prasetya Irawan, Logika dan Prosedur Penelitian (Jakarta:
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara, 2004), h. 60.
[21] www.webometrics.info diakses pada 17 Juni 2014.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar