Sabtu, 12 Juli 2014

Sosial Media dan Perpustakaan: Media Promosi Perpustakaan

Maria Nurmalasari, Ahmad Fauzi
Jurusan Ilmu Perpustakaan
Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Email: nt.123thebetter@gmail.com, fauzister@gmail.com

Abstrak
Tulisan ini membahas mengenai pemanfaatan sosial media untuk promosi oleh perpustakaan perguruan tinggi. Tujuan dari kajian ini untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan sosial media oleh perpustakaan perguruan tinggi dalam melakukan promosi perpustakaan. Kajian ini merupakan kajian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Objek kajian dari penelitian ini adalah akun sosial media yang dimiliki oleh perpustakaan perguruan tinggi. Data dikumpulkan dengan metode observasi. Jenis sosial media yang diikuti oleh perpustakaan perguruan tinggi diantaranya, facebook, twitter, youtube, flickr, UB tube, yahoo!mesengger dan wordpress. Telaahan lebih dalam dilakukan pada akun facebook yang dimiliki oleh Perpustakaan Universitas Gadjah Mada, Perpustakaan Universitas Indonesia, Perpustakaan Universitas Airlangga, Perpustakaan Universitas Brawijaya, Perpustakaan Universitas Diponegoro dan Perpustakaan Universitas Gunadarma. Pemanfaatan media sosial facebook untuk promosi oleh perpustakaan perguruan tinggi cukup tinggi, yaitu presentase rata-ratanya mencapai 45.39% dari keseluruhan aktifitas yang dilakukan perpustakaan perguruan tinggi dalam sosial media facebook. Promosi yang dilakukan oleh perpustakaan perguruan tinggi melalui facebook yaitu dengan cara mengganti foto sampul dengan foto/gambar kegiatan yang akan dilaksanakan, menuliskannya dalam status dan mengunggah foto/gambar kegiatan yang akan dilaksanakan.


1.     Pendahuluan
Perkembangan teknologi menciptakan suatu media komunikasi baru yaitu internet. Internet merupakan sebuah jaringan yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menghubungkan perangkat komputer dari berbagai wilayah. Komputer-komputer tersebut terhubung sehingga masing-masing data dapat ditransmisikan ke dalam jaringan dan dapat diakses dari berbagai wilayah. Dengan kata lain internet ialah sebuah jaringan antarkomputer yang saling dihubungkan. Media penghubung tersebut dapat melalui kabel, kanal satelit, maupun frekuensi radio, sehingga komputer-komputer yang terhubung tersebut dapat saling berkomunikasi. Setiap komputer yang terhubung dengan jaringan tersebut, diberikan sebuah nomor yang unik, dan berkomunikasi satu sama lainnya dengan bahasa komunikasi yang sama, yang disebut protokol TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Penggunaannya kini mencakup berbagai kalangan, para pengelola media massa, penerbit buku, artis, dosen, guru, pustakawan dan penggemar komputer. Alasannya beraneka ragam, mulai sekedar untuk berkomunikasi hingga mengakses data informasi.[1]
Perkembangan internet sendiri melesat cepat dalam beberapa dekade ini serta mulai merambah segala bidang, mulai dari pendidikan, politik, entertainment, dan perekonomian. Berdasarkan www.internetworldstats. com pada tahun 2000 pengguna internet di Indonesia berjumlah 2 juta-an orang dan pada tahun 2012 jumlahnya bertambah berkali-kali lipat yaitu mencapai angka 55 juta-an.[2]
Internet memberikan jalan yang mudah untuk mendistribusikan informasi, seseorang bisa dengan mudah mempublikasikan informasi untuk kemudian diakses oleh orang lain tanpa melalui proses pelatihan yang panjang. Tidak diperlukan keahlian yang mendalam tentang komputer untuk dapat menggunakan internet. Begitu internet hadir jumlah data dan informasi yang bisa diakses oleh pengguna internet terus meingkat dengan pertumbuhan yang luar biasa.[3] Internet juga sudah menjadi salah satu sarana promosi utama (melengkapi keberadaan media massa konvensional), terbukti dengan makin banyaknya perusahaan, organisasi, maupun individu yang mempublikasikan informasi tentang mereka dalam bentuk website.[4]
Dengan segala keunggulannya, internet menyebabkan terciptanya kelompok atau perkumpulan orang yang berinteraksi dan berkomunikasi melalui jaringan sosial media seperti yahoo mail, google talk, facebook dan twitter. Kelompok ini biasanya terbentuk oleh minat yang sama terhadap suatu jenis informasi, misalnya pendidikan, games, perkumpulan agama, debat atau diskusi.[5] Berdasarkan www.invonesia.com, Indonesia merupakan salah satu negara yang jumlah pengguna sosial medianya terbesar di dunia. Adapun sosial media yang paling populer di Indonesia yaitu: google, facebook, youtube, kaskus, wordpress, twitter, blogger, wikipedia, ads ID dan kompasiana.[6] Untuk pengguna facebook saja di Indonesia pada akhir tahun 2012 menurut www.internetworldstats.com mencapai angka 51 juta pengguna.[7]
Perpustakaan merupakan salah satu lembaga yang bergerak dalam bidang informasi. Pada era teknologi seperti sekarang ini, internet juga telah masuk dan mengambil bagian di perpustakaan. Internet bagi sebuah perpustakaan adalah sebuah tambang informasi raksasa yang amat potensial untuk digali.[8] Seperti halnya banyak pihak yang memanfaatkan internet sebagai media promosi, apakah perpustakaan juga melakukan hal demikian, khususnya menggunakan sosial media yang digunakan oleh banyak orang menjadi media untuk promosi perpustakaan. Dari berbagai jenis perpustakaan yang ada, penulis hendak mengkaji pemanfaatan sosial media pada perpustakaan perguruan tinggi yang notabene harus selalu dapat berada pada garda terdepan untuk membantu mewujudkan tri dharma perguruan tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaiamana pemanfaatan sosial media sebagai media promosi perpustakan. Manfaat yang mungkin dapat diambil dari penelitian ini yaitu menginformasikan jenis sosial media apa yang banyak digunakan oleh perpustakaan perguruan tinggi dan memberikan gambaran bagaimana sosial media menjadi media promosi perpustakaan.

2.     Tinjauan Literatur
Perpustakaan Perguruan Tinggi
Menurut Noerhayati (1987:1) perpustakaan perguruan tinggi dapat dikatakan sebagai salah satu alat yang vital dalam setiap program pendidikan, pengajaran dan penelitian (research) bagi setiap lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan.[9] Peran perpustakaan perguruan tinggi ialah sebagai sarana kelengkapan, pusat suatu perguruan tinggi yang bersifat akademis dalam menunjang pelaksanaan tri dharmanya dalam bidang:
a. Pendidikan dan pengajaran; mengumpulkan, melestarikan, mengolah, menyediakan pemanfaatan dan penyebarluasan informasi sesuai dengan kurikulum yang memperkaya pengetahuan dosen dan mahasiswa, mempertinggi kualitas pengajaran dosen dan mempertinggi mutu hasil belajar mahasiswa.
b. Penelitian; mengumpulkan, melestarikan, mengolah, menyediakan pemanfaatan dan penyebarluasan informasi yang relevan sebagai sumber literatur bagi suatu penelitian.
c. Pengabdian kepada masyarakat; mengumpulkan, melestarikan, mengolah, menyediakan pemanfaatan dan penyebarluasan informasi hasil penelitian ilmiah sebagai bahan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.[10]
Sosial Media
Sosial media atau media sosial adalah media yang didesain untuk memudahkan interaksi sosial yang bersifat interaktif atau dua arah. Media sosial berbasis pada teknologi internet yang mengubah pola penyebaran informasi dari yang sebelumnya bersifat satu ke banyak audiens menjadi banyak audiens ke banyak audiens (Paramitha, 2011:42). Unsur-unsur utama yang dimiliki media sosial yaitu: media sosial melibatkan saluran sosial yang berbeda dan online menjadi saluran utama; media sosial berubah dari waktu ke waktu, artinya media sosial terus berkembang; media sosial adalah partisipatif. “Penonton” dianggap kreatif sehingga dapat memberikan komentar (Evan, 2008 : 34).[11]
Teknologi Web 2.0., merupakan teknologi generasi kedua layanan internet. Teknologi ini memungkinkan partisipasi lebih dari pengguna internet. Seperti Wikipedia maupun Blog yang memungkinkan pengguna internet untuk aktif berpartisipasi. Situs jejaring sosial juga masuk dalam kategori ini. Facebook, Friendster, Flickr dan Twitter mengadopsi teknologi ini. Jack M. Mannes (2006) mendefinisikan  Library 2.0 sebagai aplikasi teknologi berbasis web yang interaktif, kolaboratif serta multi media dalam koleksi dan layanan perpustakaan berbasis web. Menurut Michael E. Casey fokus utamanya berpusat kepada pengguna dan memerlukan partisipasi aktif dari dan antar penggunanya dengan memanfaatkan teknologi informasi. Penggunaan sistem OPAC dan layanan yang memungkinan timbal balik dari pengunanya merupakan aplikasi Library 2.0.[12]
Media sosial adalah tempat, alat bantu, layanan yang memungkinkan individu untuk mengekspresikan diri mereka untuk bertemu dan berbagi dengan rekan lainnya melalui teknologi internet. Sosial media adalah fase perubahan bagaimana orang menemukan, membaca, berbicara dan membagi-bagikan informasi, berita dan data kepada orang lain. Sosial media menjadi sangat populer karena kemudahan dan memberikan kesempatan kepada orang-orang untuk dapat terhubung secara online dalam bentuk hubungan personal, politik serta kegiatan bisnis. Selain itu juga merupakan alat promosi paling murah dan berdampak signifikan terhadap bisnis karena memiliki banyak pengguna serta tidak memerlukan biaya untuk membuat sebuah akun.[13] Sosial media dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian besar, diantaranya: 
a.  Social Networks, media sosial untuk bersosialisasi dan berinteraksi diantaranya: Facebook, myspace, hi5, Linked in dan bebo.  b.  Discuss, media sosial yang memfasilitasi sekelompok orang untuk melakukan obrolan dan diskusi diantaranya: google talk, yahoo!Mesengger, skype dan phorum.c.  Share, media sosial yang memfasilitasi untuk saling berbagi file, video, music dan lain-lain. Yang termasuk kategori ini diantaranya: youtube, slideshare, feedback, flickr dan crowdstorm.d.  Publish, diantaranya: wordpredss, wikipedia, blog, wikia dan digg.e. Social game, media sosial berupa game yang dapat dilakukan atau dimainkan bersama-sama diantaranya: koongregate, doof, pogo dan cafe.com.f.  MMO (kartrider, warcraft, neopets dan conan).g.  Virtual worlds (habbo, imvu dan starday).h.  Livecast (y! Live, blog tv, justin tv, listream tv dan livecastr).i.  Livestream (socializr, froendsfreed dan socialthings!).j.  Micro blog (twitter, plurk, pownce, twirxr, plazes dan tweetpeek).[14]
Promosi Perpustakaan
Perpustakaan perlu melakukan aktifitas promosi terhadap program, koleksi, dan layanan yang ada di perpustakaan.[15] Dengan adanya promosi, diharapkan masyarakat mengetahui  pelayanan yang diberikan oleh perpusakaan sehingga membuat mereka tertarik untuk mengunjungi dan memanfaatkan koleksi serta layanan perpustakaan.[16] Promosi adalah mekanisme komunikasi persuasif pemasaran dengan memanfaatkan teknik-teknik hubungan masyarakat. Promosi merupakan forum pertukaran informasi antara organisasi dan konsumen dengan tujuan utama memberi informasi tentang produk atau jasa yang disediakan oleh organisasi, sekaligus membujuk konsumen untuk bereaksi terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Hasil dari promosi adalah tumbuhnya kesadaran sampai pada tindakan untuk memanfaatkannya. [17]
Tujuan Promosi Perpustakaan
Promosi perpustakaan merupakan aktivitas memperkenalkan perpustakaan dari segi fasilitas, koleksi, jenis layanan dan manfaat yang dapat diperoleh oleh setiap pengguna perpustakaan. Secara lebih terperinci tujuan promosi perpustakaan adalah:
1.       Memperkenalkan fungsi perpustakaan kepada masyarakat pengguna
2.       Mendorong minat baca dan mendorong masyarakat agar menggunakan koleksi perpustakaan semaksimal mungkin dan menambah jumlah orang yang gemar membaca.
3.       Memperkenalkan pelayanan dan jasa perpustakaan kepada masyarakat.
4.       Memberikan kesadaran masyarakat akan adanya pelayanan perpustakaan dan menggunakannya, serta mengembangkan pengertian masyarakat agar mendukung kegiatan perpustakaan.[18]  

3.     Metode Penelitian
Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu salah satu pendekatan dalam penelitian yang lebih ditekankan pada data yang dapat dihitung untuk menghasilkan penafsiran kuantitatif (Husein Umar, 2000).[19] Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitan yang bertujuan mendeskripsikan atau menjelaskan sesuatu hal seperti apa adanya.[20] Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi. Objek kajian dari studi ini adalah akun sosial media milik perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia. Perpustakaan perguruan tinggi yang akun sosialnya akan dikaji ialah perpustakaan perguruan tinggi yang website kampus atau perguruan tingginya berada pada posisi 10 urutan teratas menurut www.webometrics.info [21] dalam ruang lingkup Indonesia. Website dari kesepuluh perpustakaan perguruan tinggi tersebut akan diakses untuk mengetahui jenis sosial media yang diikuti perpustakaan perguruan tinggi tersebut. Sebagai rujukan tambahan, website lain yang juga akan diakses adalah website perpustakaan digital yang mungkin dimilikinya. Hal ini dilakukan pada perpustakaan perguruan tinggi yang memiliki website perpustakaan digital terpisah dari website utama perpustakaannya.
 Akun sosial media suatu organisasi secara tidak langsung mencerminkan dan mewakili pemilik akun tersebut, sehingga tautan akun sosial media yang ada pad website perpustakaan dapat dikatakan akun resmi perpustakaan tersebut. Pengelolaan akun tersebut merupakan tanggung jawab perpustakaan perguruan tinggi yang memilikinya. Karena keterbatasan yang ada, selanjutnya pengamatan dilakukan hanya pada jenis sosial media yang paling banyak diikuti. Rekaman catatan aktifitas pemilik akun ditelaah untuk mengetahui keaktifannya dalam sosial media yang diikutinya dan memilah aktifitas yang dapat dikategorikan kepada promosi. Aktifitas pemilik akun yang dipilah adalah aktifitas yanga dilakukannya dalam jangka waktu 6 bulan terakhir, 1 januari 2014 – 30 Juni 2014.       

4.     Pembahasan
Perpustakaan yang akun sosial medianya akan menjadi kajian dalam studi ini yaitu:
1.     Perpustakaan Universitas Gadjah Mada - http://beta.lib.ugm.ac.id
2.     Perpustakaan Institut Teknologi Bandung - http://www.lib.itb.ac.id
3.     Perpustakaan Universitas Indonesia - http://lib.ui.ac.id
4.     Perpustakaan Universitas Airlangga - http://lib.unair.ac.id
5.     Perpustakaan Universitas Padjajaran - http://cisral.unpad.ac.id
6.     Perpustakaan Universitas Brawijaya - http://lib.ub.ac.id
7.     Perpustakaan Universitas Diponegoro - http://perpus.undip.ac.id
8.     Perpustakaan Institut Pertanian Bogor - http://perpustakaan.ipb.ac.id
9.     Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh September - http://library.its.ac.id
10. Perpustakaan Universitas Gunadarma - http://library.gunadarma.ac.id

Jenis sosial media yang diikuti oleh perpustakaan perguruan tinggi
(Data diambil dari halaman utama website perpustakaan)
No.
Perpustakaan
Jenis sosial media yang diikuti
1.
Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
Facebook dan Twitter
2.
Perpustakaan Institut Teknologi Bandung
-
3.
Perpustakaan Universitas Indonesia
Facebook, Twitter dan Youtube
4.
Perpustakaan Universitas Airlangga
Facebook dan Twitter
5.
Perpustakaan Universitas Padjajaran
-
6.
Perpustakaan Universitas Brawijaya
Facebook, Twitter, Flickr dan UB Tube
7.
Perpustakaan Universitas Diponegoro
Facebook, Twitter dan Yahoo! Mesengger (Data diambil dati http://www.digilib.undip.ac.id)/
8.
Perpustakaan Institut Pertanian Bogor
-
9.
Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh September
-
10.
Perpustakaan Universitas Gunadarma
Facebook dan Wordpress

Perpustakaan perguruan tinggi yang mencantumkan tautan sosial media dalam websitenya, mengikuti lebih dari satu jenis sosial media. Jenis sosial media yang paling banyak diikuti ialah facebook yang termasuk ke dalam kategori sosial network, media sosial untuk bersosialisasi dan berinteraksi. Pada posisi kedua ialah twitter yang merupakan media sosial yang termasuk ke dalam kategori micro blog. Kategori sosial media lainnya yang digunakan yaitu share, media sosial yang memfasilitasi untuk dapat saling berbagi. Jenis sosial media yang termasuk dalam kategori ini ialah flickr untuk berbagi foto serta youtube dan UB tube untuk berbagi video. Digunakan pula sosial media dengan kategori discuss, media sosial yang memfasilitasi sekelompok orang untuk melakukan obrolan dan diskusi yaitu Yahoo!Mesengger. Selain itu digunakan pula sosila media wordpress yang merupakan sosial media dengan kategori publish atau penerbitan.
No.
Perpustakaan
Nama Akun Facebook
A
B
C
D
1.
Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
Perpustakaan Ugm
21 Juni 2014
40
20
50%
2.
Perpustakaan Universitas Indonesia
Universitas Indonesia Library
17 Mei 2014
5
2
40%
3.
Perpustakaan Universitas Airlangga
UNAIR Library
30 Juni 2014
99
47
47.47%
4.
Perpustakaan Universitas Brawijaya
Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya
27 Juni 2014
6
0
0
5.
Perpustakaan Universitas Diponegoro
Diponegoro University Library
6 Januari 2014
2
0
0
6.
Perpustakaan Universitas Gunadarma
Library of Gunadarma University
8 November 2013
0
0
0
Total
152
69
45.39%
Keterangan:
A = Tanggal aktifitas terakhir
B = Frekuensi Aktifitas per-6 bulan (1 Januari-30 Juni 2014)
C = Jumlah aktifitas promosi
D = Persentase

Dari semua perpustakaan perguruan tinggi yang mencantumkan tautan sosial media pada website perpustakaannya, mengikuti sosial media facebook. Terdapat 6 perpustakaan perguruan tinggi yang memiliki akun facebook. Pada akun facebook Perpustakaan Universitas Gadjah Mada, aktifitas terakhir tercatat pada 21 Juni 2014. Jumlah aktifitas per-6 bulan terakhir berjumlah 40 aktifitas dan aktifitas yang terkategorikan sebagai promosi sebanyak 50% atau 20 aktifitas. Jenis akun facebook yang digunakan oleh perpustakaan ini merupakan jenis akun individu, bukan  akun untuk organisasi. Sedangkan jenis akun facebook yang digunakan oleh perpustakaan perguruan tinggi lainnya menggunakan jenis akun organisasi. Akun facebook Perpustakaan Universitas Indonesia dalam kurun waktu 6 bulan ini melakukan 5 aktifitas dan yang termasuk ke dalam aktifitas promosi sebanyak 2 aktifitas atau 40%. Aktifitas pada akun facebook Perpustakaan Universitas Airlangga sebanyak 99 aktifitas dan 47, 47% atau 47 aktifitasnya termasuk dalam aktifitas promosi. Pada akun Perpustakaan Universitas Brawijaya dan Perpustakaan Universitas Diponegoro tidak ditemui aktifitas promosi  dalam akun facebooknya. Sedangkan pada akun facebook Perpustakaan Universitas Gunadarma tidak terdapat rekaman aktifitas dalam jangka waktu enam bulan ini.
Dalam sosial media facebook, perpustakaan perguruan tinggi mempromosikan kegiatan yang akan dilaksanakan, layanan dan koleksinya. Hal ini dilakukan dengan cara mengganti foto sampul pada kronologi akunnya dengan foto/gambar dari brosur kegiatan atau gambar lainnya yang menginformasikan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh perpustakaan perguruan tinggi tersebut. Selain itu dapat pula dengan cara menuliskan status dan menyertakan foto/gambar brosur kegiatan untuk menguatkan informasi yang diberikan serta menarik perhatian. Sebagian besar aktifitas promosi digunakan untuk mempromosikan acara atau kegiatan yang akan dilaksanakan oleh perpustakaan. Pemanfaatan akun facebook untuk mempromosikan koleksi hanya dilakukan oleh Perpustakaan Universitas Airlangga.   

5.     Kesimpulan
Enam dari sepuluh perpustakaan perguruan tinggi mengikuti sosial media untuk memberikan layanan yang lebih baik untuk para pemustakanya. Sosial media yang diikuti perpustakaan perguruan tinggi diantaranya facebook, twitter, youtube, flickr, UB tube, yahoo!mesengger dan wordpress. Dari sosial media tersebut, facebook menjadi jenis sosial media yang paling banyak diikuti oleh perpustakaan perguruan tinggi. Pemanfaatan media sosial facebook untuk promosi oleh perpustakaan perguruan tinggi cukup tinggi, yaitu presentase rata-ratanya mencapai 45.39% dari keseluruhan aktifitas yang dilakukan perpustakaan perguruan tinggi dalam akun facebook. Promosi yang dilakukan oleh perpustakaan perguruan tinggi melalui facebook yaitu dengan cara mengganti foto sampul dengan foto/gambar kegiatan yang akan dilaksanakan, menuliskannya dalam status dan mengunggah foto/gambar kegiatan yang akan dilaksanakan.     

Referensi
[1] Pawit M. Yusup dan Priyo Subekti, Teori dan Praktik Penelusuran Informasi: Information Retrieval (Jakarta: Kencana, 2010), h. 55.
[2] www.internetworldstats.com diakses pada 20 Juni 2014.
[3] Putu Laxman Pendit dkk, Perpustakaan Digital: Perspektif Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (Jakarta: Sagung Seto, 2007), 178.
[4] Putu Laxman Pendit dkk, Perpustakaan Digital: Perspektif Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (Jakarta: Sagung Seto, 2007), 176.
[5] Pawit M. Yusup dan Priyo Subekti, Teori dan Praktik Penelusuran Informasi:Information Retrieval (Jakarta: Kencana, 2010), h. 57.
[6] www.invonesia.com diakses pada 27 Juni 2014.
[7] www.internetworldstats.com diakses pada 20 Juni 2014.
[8] Putu Laxman Pendit dkk, Perpustakaan Digital: Perspektif Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (Jakarta: Sagung Seto, 2007), 140.
[9] Noerhayati Soedibyo, Pengelolaan Perpustakaan (Bandung: Alumni, 1987), h. 1.
[10] Noerhayati Soedibyo, Pengelolaan Perpustakaan (Bandung: Alumni, 1987), h. 3-4.
[11] http://repository.usu.ac.id/bitstream/12345 6789/37140/4/Chapter%20II.pdf
[12] Sriyati, Tutik. “Perkembangan Internet dan Strategi Pemanfaatannya di Perpustakaan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan”. Visi Pustaka Vol. 11 No. 2 (Agustus 2009) Artikel diakses pada 22 Mei 2014 dari http://www.pnri.go.id/MajalahOnlineAdd.aspx?id=123
[13] Aloysius Bagas Pradipta Irianto, “Pemanfaatan Sosial Media (WeChat) untuk meningkatkan market share UKM,” artikel diakses pada 30 Juni 2014 dari https://www.academia.edu/5782364/ PEMANFAATAN_SOSIAL_MEDIA_WeChat_ UNTUK_MENINGKATKAN_MARKET_SHARE_UKM
[14] Rafi Saumi Ristian. “Apa Itu Sosial Media” diakses pada 1 Juli 2014 dari http://www.unpas.ac.id/apa-itu-sosial-media/
[15] Sudarnoto Abdul Hakim, ed., Pengantar Manajemen Perpustakaan Madrasah (Jakarta: Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah, 2006), h. 172.
[16] Badollahi Mustafa,  Promosi Jasa Perpustakaan (Jakarta: Universitas Terbuka, 1996), h. 21.
[17] Badollahi Mustafa,  Promosi Jasa Perpustakaan (Jakarta: Universitas Terbuka, 1996), h. 20.
[18] Tri Septiyantono dan Umar Sidik, ed, Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi (Yogyakarta: Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga, 2007), h. 260-261.
[19] Syamsir Salam dan Jaenal Aripin, Metode Penelitian Sosial (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2006), h. 36.
[20] Prasetya Irawan, Logika dan Prosedur Penelitian (Jakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara, 2004), h. 60.
[21] www.webometrics.info diakses pada 17 Juni 2014.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar