Judul
:
Training with Technology: How Information
Technology Enhanced the RDA Training Experience at the University of Pittsburgh
Penulis :
Brenda Salem & Carlos Peña
Dipublish di :
Artikel yang direview merupakan artikel
yang mendeskripsikan pengalaman yang bersifat praktis mengenai pelatihan RDA di
Universitas Pittsburgh. Artikel tersebut merupakan pengembangan dari makalah
yang disampaikan pada pertemuan Western Pennsylvania pada musim semi tahun
2013. Pengalaman pelatihan yang diterangkan merupakan pengalaman pelatihan yang
diberikan pada staf perpustakaan di Univesitas Pittsburgh baik untuk kataloger
maupun non-kataloger, mahasiswa ilmu perpustakaan, mahasiswa ilmu informasi, dan
pihak lainnya. Pada artikel ini tidak dijelaskan mengenai RDA (Resource
Description and Access) dan cara menggunakan RDA secara detail, namun lebih
dominan menjelaskan bagaimana penerapan teknologi informasi untuk berkomunikasi
antara trainer dan peserta selama pelatihan dilakukan. Pengalaman pelatihan RDA
yang dipaparkan adalah pelatihan yang dilakukan secara langsung dan pelatihan jarak
jauh yang mengandalkan ketersediaan internet, software, hardware dan brainware
yang memadai agar pelatihan dapat berjalan lancar. Sebelumnya juga dijelaskan
bahwa pada awalnya staf perpustakaan Pittsburgh melatih diri untuk dapat
memahami dan menerapkan RDA. Kemudian staf yang telah terbiasa dengan RDA
diminta untuk mengkordinir pelatihan RDA untuk staf perpustakaan lainnya dan
pelatihan-pelatihan berikutnya tidak hanya terbatas hanya untuk orang-orang di
lingkungan Universitas Pittsburgh.
Pelatihan RDA secara online yang
dilakukan dilatar belakangi oleh kendala jauhnya jarak antara tempat trainer
dan pesertanya, ditambah lagi ketersediaan waktu yang dimiliki. Dengan cara
pelatihan online, peserta dapat duduk dengan nyaman di tempat dimana mereka
biasa bekerja dan mengikuti pelatihan dengan lebih santai. Sebelum mengikuti
pelatihan, peserta diminta untuk menyimak serangkaian modul berupa video
konsep-konsep teoritis sebagai gambaran umum mengenai RDA dan bagaimana
pelatihan online tersebut akan dilakukan. Selain itu dari pengalaman
pelatihan-pelatihan sebelumnya, aturan RDA yang kompleks membuat orang-orang
yang bahkan telah familiar dengan data MARC tidak mudah memahami aturan RDA hanya
dalam satu sesi pelatihan.
Penyediaan berbagai komunikasi online dan
website yang menjadi tempat penyimpanan dokumentasi selama pelatihan merupakan
nilai tambah dari pelatihan online. Dokumentasi ini bermanfaat bagi peserta
untuk dapat lebih memahami pelatihan RDA yang telah diikutinya dan bagi trainer
dokumentasi ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaran pelatihan
berikutnya.
Judul yang dipilih menggunakan makna
denotatif, sehingga ketika membaca judulnya saja sudah dapat diketahui secara
umum artikel tersebut membahas mengenai pengaruh teknologi informasi terhadap
pelatihan RDA. Abstrak yang baik adalah penjelasan
singkat yang dapat menggambarkan keseluruhan isi tulisan. Abstrak yang dicantumkan
cukup menggambarkan keseluruhan artikel, mulai dari latar belakang mengapa
pelatihan RDA dilakukan, inti dari pembahasan hingga kesimpulan dari tulisan
artikel tersebut. Pada bagian pendahuluan tidak dijelaskan secara detail dan tersurat
mengenai rumusan masalah dari tulisan tersebut. Pendahuluan dibangun oleh dua
unsur, yaitu latar belakang dan rumusan masalah. Latar belakang merupakan hal
yang mendasari mengapa suatu tulisan dibuat dan merupakan hal umum sebagai pengantar
untuk mulai masuk dalam suatu topik inti tulisan. Sedangkan rumusan masalah
merupakan topik inti yang akan dibahas yang akan membatasi tulisan agar terus
terarah dan pembahasan tidak melebar.
Literatur
review yang disertakan menjadi teori pengantar yang menarik dan
menginformasikan pada pembaca sejauh mana keadaan serta tren yang berkembang mengenai
pelatihan RDA pada saat artikel tersebut ditulis. Penjelasan yang dipaparkan
runut mulai dari lingkup yang sempit menuju lingkup yang lebih luas, membuat
peta konsep dalam pikiran pembaca terarah. Penulis menjelaskan hal-hal yang
diperlukan agar pelatihan dapat berjalan secara efektif dan kendala yang
mungkin muncul dari pelatihan RDA online. Penjabaran dari penerapan teknologi
informasi tidak terlalu panjang, namun cukup jelas. Screen shoot dari website
pelatihan RDA dan screen shoot pengantar RDA pada saat pelatihan yang
didokumentasikan memperkuat penjelasan
yang telah dipaparkan. Dalam artikel ini juga terdapat pengalaman terkait
pelatihan RDA di Universitas lain sebagai pembanding atau pendukung penjelasan
yang dipaparkan. Informasi rujukan yang digunakan oleh penulis tidak hanya
melengkapi penjelasan dalam artikel tersebut, namun juga memperluas dan
mengingatkan pembaca pada literatur-literatur yang juga membahas mengenai
pelatihan RDA. Catatan yang disertakan memberikan rujukan bagi pembaca untuk
mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai suatu istilah atau pernyataan yang
penulis gunakan.