Rabu, 09 April 2014

Review Artikel Jurnal


Judul   :
Training with Technology: How Information Technology Enhanced the RDA Training Experience at the University of Pittsburgh

Penulis :
Brenda Salem & Carlos Peña

Dipublish di :
Pennsylvania Libraries: Research &Practice Vol.1 No.2 Tahun 2013 (online journal)

Artikel yang direview merupakan artikel yang mendeskripsikan pengalaman yang bersifat praktis mengenai pelatihan RDA di Universitas Pittsburgh. Artikel tersebut merupakan pengembangan dari makalah yang disampaikan pada pertemuan Western Pennsylvania pada musim semi tahun 2013. Pengalaman pelatihan yang diterangkan merupakan pengalaman pelatihan yang diberikan pada staf perpustakaan di Univesitas Pittsburgh baik untuk kataloger maupun non-kataloger, mahasiswa ilmu perpustakaan, mahasiswa ilmu informasi, dan pihak lainnya. Pada artikel ini tidak dijelaskan mengenai RDA (Resource Description and Access) dan cara menggunakan RDA secara detail, namun lebih dominan menjelaskan bagaimana penerapan teknologi informasi untuk berkomunikasi antara trainer dan peserta selama pelatihan dilakukan. Pengalaman pelatihan RDA yang dipaparkan adalah pelatihan yang dilakukan secara langsung dan pelatihan jarak jauh yang mengandalkan ketersediaan internet, software, hardware dan brainware yang memadai agar pelatihan dapat berjalan lancar. Sebelumnya juga dijelaskan bahwa pada awalnya staf perpustakaan Pittsburgh melatih diri untuk dapat memahami dan menerapkan RDA. Kemudian staf yang telah terbiasa dengan RDA diminta untuk mengkordinir pelatihan RDA untuk staf perpustakaan lainnya dan pelatihan-pelatihan berikutnya tidak hanya terbatas hanya untuk orang-orang di lingkungan Universitas Pittsburgh.

Pelatihan RDA secara online yang dilakukan dilatar belakangi oleh kendala jauhnya jarak antara tempat trainer dan pesertanya, ditambah lagi ketersediaan waktu yang dimiliki. Dengan cara pelatihan online, peserta dapat duduk dengan nyaman di tempat dimana mereka biasa bekerja dan mengikuti pelatihan dengan lebih santai. Sebelum mengikuti pelatihan, peserta diminta untuk menyimak serangkaian modul berupa video konsep-konsep teoritis sebagai gambaran umum mengenai RDA dan bagaimana pelatihan online tersebut akan dilakukan. Selain itu dari pengalaman pelatihan-pelatihan sebelumnya, aturan RDA yang kompleks membuat orang-orang yang bahkan telah familiar dengan data MARC tidak mudah memahami aturan RDA hanya dalam satu sesi pelatihan.   
Penyediaan berbagai komunikasi online dan website yang menjadi tempat penyimpanan dokumentasi selama pelatihan merupakan nilai tambah dari pelatihan online. Dokumentasi ini bermanfaat bagi peserta untuk dapat lebih memahami pelatihan RDA yang telah diikutinya dan bagi trainer dokumentasi ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaran pelatihan berikutnya. 

Judul yang dipilih menggunakan makna denotatif, sehingga ketika membaca judulnya saja sudah dapat diketahui secara umum artikel tersebut membahas mengenai pengaruh teknologi informasi terhadap pelatihan RDA.  Abstrak yang baik adalah penjelasan singkat yang dapat menggambarkan keseluruhan isi tulisan. Abstrak yang dicantumkan cukup menggambarkan keseluruhan artikel, mulai dari latar belakang mengapa pelatihan RDA dilakukan, inti dari pembahasan hingga kesimpulan dari tulisan artikel tersebut. Pada bagian pendahuluan tidak dijelaskan secara detail dan tersurat mengenai rumusan masalah dari tulisan tersebut. Pendahuluan dibangun oleh dua unsur, yaitu latar belakang dan rumusan masalah. Latar belakang merupakan hal yang mendasari mengapa suatu tulisan dibuat dan merupakan hal umum sebagai pengantar untuk mulai masuk dalam suatu topik inti tulisan. Sedangkan rumusan masalah merupakan topik inti yang akan dibahas yang akan membatasi tulisan agar terus terarah dan pembahasan tidak melebar.    

Literatur review yang disertakan menjadi teori pengantar yang menarik dan menginformasikan pada pembaca sejauh mana keadaan serta tren yang berkembang mengenai pelatihan RDA pada saat artikel tersebut ditulis. Penjelasan yang dipaparkan runut mulai dari lingkup yang sempit menuju lingkup yang lebih luas, membuat peta konsep dalam pikiran pembaca terarah. Penulis menjelaskan hal-hal yang diperlukan agar pelatihan dapat berjalan secara efektif dan kendala yang mungkin muncul dari pelatihan RDA online. Penjabaran dari penerapan teknologi informasi tidak terlalu panjang, namun cukup jelas. Screen shoot dari website pelatihan RDA dan screen shoot pengantar RDA pada saat pelatihan yang didokumentasikan memperkuat penjelasan  yang telah dipaparkan. Dalam artikel ini juga terdapat pengalaman terkait pelatihan RDA di Universitas lain sebagai pembanding atau pendukung penjelasan yang dipaparkan. Informasi rujukan yang digunakan oleh penulis tidak hanya melengkapi penjelasan dalam artikel tersebut, namun juga memperluas dan mengingatkan pembaca pada literatur-literatur yang juga membahas mengenai pelatihan RDA. Catatan yang disertakan memberikan rujukan bagi pembaca untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai suatu istilah atau pernyataan yang penulis gunakan.